Kisah Perjalanan Hidup Abil
Bismillahirrahmanirrahim,
nama saya Abil Wali Akbar, biasa di panggil Abil. Saya anak bungsu dari 6
bersaudara. Saya lahir di Ciamis, 19 November 1995. Saya tinggal di rumah orang
tua saya Jalan Wastu Kencana No.7 Rt 05 Rw 06, Kawali Ciamis. Nama Abil diambil
oleh orang tua saya dari nama kawanan burung penyelamat yang membantai pasukan
bergajah yang hendak menghancurkan Ka’bah pada zaman paraNabi, dan nama belakan
Wali Akbar yang artinya pemimpin besar terinspirasi dari kisah paraWali yang
bersyi’ar di jalan Allah menyebarkan dan mengenalkan agama islam di zamanya. Jadi nama Abil Wali
Akbar adalah do’a orang tua saya agar kelak anaknya menjadi seorang penyelamat yang memiliki jiwa kepemimpina
dan kebijaksanaan seperti paraWali.
Saya mulai untuk sekolah
sejak umur 6 tahun. Ketika itu saya mulai pendidikan di Taman Kanak-kanak Tunas
Dewi Sartika. Dua tahun saya sekolah di TK, selanjutnya saya masuk sekolah
dasar Negeri 2 Kawali, yang berlokasi di Kawali, dekat dengan tempat tinggal
saya. Enam tahun saya belajar di SD, kemudian saya lanjut ke sekolah dengan
tinggat yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kawali
(Nesaka) berpredikat SSN, yang berlokasi di Jalan Veteran No. 37 Kawali. Selama
saya SD hingga lulus SMP, saya tergolong anak yang biasa saja dalam hal
akademik, meskipun termasuk anak kurang baik dalam hal akademik, saya selalu
berusaha menjadi anak yang terus maju, berusaha jujur dalam mengejar
prestasi dan nilai. Lulus SMP dan
berlanjut ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kawali berpredikat ISO, yang
berlokasi di Jalan Poronggol Raya No. 9 Kawali. Disana saya mengambil jurusan
Teknik Komputer dan Jaringan. Sejak saya di SMK saya banyak berubah, mulai dari
kedisiplinan, kerapihan, waktu dan produktifitas belajar tentunya. Bahkan di
SMK saya aktif dalam suatu Organisasi Extrakulikuler IT dan di Organisasi Extra
IT/EXIT saya memiliki jabatan sebagai Ketua Divisi Humas dan Divisi Percetakan
Majalah. Semenjak SMK saya tidak main-main dalam hal belajar, lebih serius dan
tekun. Ketika SMK saya berperinsip untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri,
saya belajar dengan giat untuk mencapai cita-cita saya.
Ketika kelas satu SMK, saya
mempunyai panggilan khsusus oleh teman-teman dan guru yaitu “Kutu” kutu buku
maksudnya, entah apa yang membuat mereka memanggil nama saya dengan panggilan
demikian. Mungkin karna saya sering nongkrong di perpus atau sering membaca
buku di sekolah, entahlah, saya memang suka membaca buku-buku fiksi, nonfiksi,
cerpen, motifasi ataupun novel. Baru-baru ini saya juga tertarik mencoba untuk
menulis, terinspirasi oleh buku-buku yang di tulis oleh Dewi Lestari (Pena
DEE), Andrea H, dan Paulo C dan masih banyak lagi.
Selain suka membaca
buku-buku, Saya juga menyukai Musik, dari mulai mendengarkan, bernyanyi sampai
memainkan alat musik. Saya mulai mengenal musik sewaktu duduk di bangku kelas
lima sekolah dasar, waktu itu saya di ajarkan memainkan alat musik tradisional
oleh guru karawitan yaitu alat musik Gamelan Sunda atau sering di sebut Degung,
saya mulai belajar memainkan saron (alat musik yang di pukul). Saron adalah
alat musik yang pertama yang bisa saya mainkan. Berlanjut dengan perangkat
musik lainya, masih termasuk alat musik degung, yaitu jenglong, saron2, bonang,
goong, kendang dan suling. Hingga pada kelas 6 sekolah dasar saya bisa
memainkan semua perangkat alat musik tradisional gamelan sunda. Waktu sekolah
dasar saya juga sering di tawari kegiatan
manggung sebagai salasatu pemain gamelan, seperti misalnya dalam mengisi acara
kegiatan kenaikan kelas di sekolah dasar, acara kawinan dan acara perayaan
upacara adat kebudayaan di daerah saya. Tidak hanya itu, saya juga bergabung
dalam satu sanggar bernama Paseban di daerah saya. Disana saya mempelajari alat
musik kecapi, tetapi tidak sampai mahir. Karena saya kesusahan mempelajari alat
musik kecapi saya coba memperdalam saja keterampilan bermain alat musik gamelan, hingga akhirnya saya bisa
mengajarkan pada junior saya pada waktu itu. Berlanjut setelah lulus SD saya
tidak lagi bermain gamelan, tapi di SMP saya mempelajari alat musik tradisonal
baru yaitu Genjring. Genjring adalah alat musik yang dimainkan dengan cara di
pukul dengan telapak tangan, genjring adalah alat musik yang bunyi suaranya
berasal dari getaran kulit hewan, seperti kulit hewan herbivora (kambing/sapi).
Genjring biasanya di iringi dengan nyanyian atau lagu-lagu solawat. Setelah
mulai memasuki kelas 3 SMP saya mulai mempelajari alat musik modern, yaitu
Gitar. Saya belajar gitar sacara otodidak, berdasarkan melihat-lihat teman
memainkan gitar dan membaca sedikit dari buku panduan memainkan gitar. Darisanalah saya mulai mencintai
musik. Ketika saya masuk SMK, saya mulai mahir memainka gitar hingga akhirnya saya memutuskan untuk
membentuk suatu grup Band. Selama ngeband saya sering mengikuti lomba-lomba dan
festifal band antar pelajar. Tapi band tidaklah bertahan lama, hanya bertahan
satu tahun dan bubar. Setelah bubar saya tidak menghentikan kegiatan hoby
tersebut, saya masih suka menginguti lomba-lomba acoustik di sekolah kalau
misalnya diadakan pensi atau acara perpisahan kelas 12. Bermain acoustik saya
tidaklah hanya bermain gitar, tetapi
juga sambil bernyanyi, saya biasanya mengcover lagu-lagu yang sedang populer.
Biasanya saya mengambil inspirasi dari vidio-vidio di youtube, yang sebelum
dinyanyikan di atas panggung biasanya saya dan di bantu oleh salasatu sahabat
mengaransement dahulu lagu tersebut. Karna semakin tertarik dengan hoby
bermusik, saya juga dibantu sahabat saya sampai menciptakan beberapa lagu.
Tidak hanya gitar, saya juga mempelajari alat musik modern lainnya, baru-baru
ini saya mempelajari alat musik Keyboard piano.
Selama saya di SMK, saya
selalu berusaha jujur dalam kegitan belajar dan mendapatkan nilai, saya selalu
duduk di bangku paling depan selama bersekolah di SMK, meskipun saya tidak
pernah mendapatkan rengking satu, saya selalu bersyukur, karena nilai yang saya
dapatkan bukanlah hasil nyontek. Mencontek adalah perbuatan sangat tidak
terpuji menurut saya, karna itu sama saja membohongi diri sendiri. Meskipun
tidak dapat di pungkiri mungkin secara tidak sadar saya juga mungkin pernah
mencotek.
Ketika kelas 11 di SMK saya
menjalani PKL (praktek kerja linkungan) di Universitas Widyatama yang berada di
daerah Cikutra Bandung selama tiga bulan, berdasarkan tuntutan tugas dari
sekolah.
Lalu ketika masuk kembali ke
sekolah, apalagi ketika menginjak smester akhir di SMK, saya lebih meningkatkan
produktifitas belajar, saya sampai selalu pulang sore, ataupun sampai menginap
di sekolah. Itu saya lakukan demi bisa masuk ke perguruan tinggi agar saya bisa
mewujudkan cita-cita saya. Saya bercita-cita mambahagiakan orang tua saya. Saya
akan lakukan apa saja untuk dapat membuat mereka bangga. Saya ingin sekali
kuliah di perguruan tinggi negeri dan lulus sebagai wisuda, lalu bisa
melanjutkan pendidikan master di luar negri, bahkan jika ada kesempatan lanjut
sampai S3. Saya juga bercita-cita ingin menjadi Enterprener sukses, seperti
Bong Candra, yang menginspirasi saya lewat bukunya yang ia tulis.
Tapi sekarang yang
terpenting adalah bagaimana saya bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Semoga
saya bisa mendapatka beasiswa dan dapat
mewujudkan cita-cita saya. Ammmiinnn ya Rabbalalaaaaminnn. Mudah-mudahan semua
usaha saya, semua kerjakeras saya, semua pengalaman saya diberi ridho leh Allah
SWT beserta kedua orang tua saya, yang telah menjaga saya dari kecil hingga
sedewasa ini, aaammmiiinnn yaRab. Sekian dan terima kasih
