Minggu, 31 Mei 2015




Kisah Perjalanan Hidup Abil


Bismillahirrahmanirrahim, nama saya Abil Wali Akbar, biasa di panggil Abil. Saya anak bungsu dari 6 bersaudara. Saya lahir di Ciamis, 19 November 1995. Saya tinggal di rumah orang tua saya Jalan Wastu Kencana No.7 Rt 05 Rw 06, Kawali Ciamis. Nama Abil diambil oleh orang tua saya dari nama kawanan burung penyelamat yang membantai pasukan bergajah yang hendak menghancurkan Ka’bah pada zaman paraNabi, dan nama belakan Wali Akbar yang artinya pemimpin besar terinspirasi dari kisah paraWali yang bersyi’ar di jalan Allah menyebarkan dan mengenalkan  agama islam di zamanya. Jadi nama Abil Wali Akbar adalah do’a orang tua saya agar kelak anaknya menjadi  seorang penyelamat yang memiliki jiwa kepemimpina dan kebijaksanaan seperti paraWali.
Saya mulai untuk sekolah sejak umur 6 tahun. Ketika itu saya mulai pendidikan di Taman Kanak-kanak Tunas Dewi Sartika. Dua tahun saya sekolah di TK, selanjutnya saya masuk sekolah dasar Negeri 2 Kawali, yang berlokasi di Kawali, dekat dengan tempat tinggal saya. Enam tahun saya belajar di SD, kemudian saya lanjut ke sekolah dengan tinggat yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kawali (Nesaka) berpredikat SSN, yang berlokasi di Jalan Veteran No. 37 Kawali. Selama saya SD hingga lulus SMP, saya tergolong anak yang biasa saja dalam hal akademik, meskipun termasuk anak kurang baik dalam hal akademik, saya selalu berusaha menjadi anak yang terus maju, berusaha jujur dalam mengejar prestasi  dan nilai. Lulus SMP dan berlanjut ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kawali berpredikat ISO, yang berlokasi di Jalan Poronggol Raya No. 9 Kawali. Disana saya mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Sejak saya di SMK saya banyak berubah, mulai dari kedisiplinan, kerapihan, waktu dan produktifitas belajar tentunya. Bahkan di SMK saya aktif dalam suatu Organisasi Extrakulikuler IT dan di Organisasi Extra IT/EXIT saya memiliki jabatan sebagai Ketua Divisi Humas dan Divisi Percetakan Majalah. Semenjak SMK saya tidak main-main dalam hal belajar, lebih serius dan tekun. Ketika SMK saya berperinsip untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, saya belajar dengan giat untuk mencapai cita-cita saya.
Ketika kelas satu SMK, saya mempunyai panggilan khsusus oleh teman-teman dan guru yaitu “Kutu” kutu buku maksudnya, entah apa yang membuat mereka memanggil nama saya dengan panggilan demikian. Mungkin karna saya sering nongkrong di perpus atau sering membaca buku di sekolah, entahlah, saya memang suka membaca buku-buku fiksi, nonfiksi, cerpen, motifasi ataupun novel. Baru-baru ini saya juga tertarik mencoba untuk menulis, terinspirasi oleh buku-buku yang di tulis oleh Dewi Lestari (Pena DEE), Andrea H, dan Paulo C dan masih banyak lagi.
Selain suka membaca buku-buku, Saya juga menyukai Musik, dari mulai mendengarkan, bernyanyi sampai memainkan alat musik. Saya mulai mengenal musik sewaktu duduk di bangku kelas lima sekolah dasar, waktu itu saya di ajarkan memainkan alat musik tradisional oleh guru karawitan yaitu alat musik Gamelan Sunda atau sering di sebut Degung, saya mulai belajar memainkan saron (alat musik yang di pukul). Saron adalah alat musik yang pertama yang bisa saya mainkan. Berlanjut dengan perangkat musik lainya, masih termasuk alat musik degung, yaitu jenglong, saron2, bonang, goong, kendang dan suling. Hingga pada kelas 6 sekolah dasar saya bisa memainkan semua perangkat alat musik tradisional gamelan sunda. Waktu sekolah dasar saya juga sering  di tawari kegiatan manggung sebagai salasatu pemain gamelan, seperti misalnya dalam mengisi acara kegiatan kenaikan kelas di sekolah dasar, acara kawinan dan acara perayaan upacara adat kebudayaan di daerah saya. Tidak hanya itu, saya juga bergabung dalam satu sanggar bernama Paseban di daerah saya. Disana saya mempelajari alat musik kecapi, tetapi tidak sampai mahir. Karena saya kesusahan mempelajari alat musik kecapi saya coba memperdalam saja keterampilan bermain  alat musik gamelan, hingga akhirnya saya bisa mengajarkan pada junior saya pada waktu itu. Berlanjut setelah lulus SD saya tidak lagi bermain gamelan, tapi di SMP saya mempelajari alat musik tradisonal baru yaitu Genjring. Genjring adalah alat musik yang dimainkan dengan cara di pukul dengan telapak tangan, genjring adalah alat musik yang bunyi suaranya berasal dari getaran kulit hewan, seperti kulit hewan herbivora (kambing/sapi). Genjring biasanya di iringi dengan nyanyian atau lagu-lagu solawat. Setelah mulai memasuki kelas 3 SMP saya mulai mempelajari alat musik modern, yaitu Gitar. Saya belajar gitar sacara otodidak, berdasarkan melihat-lihat teman memainkan gitar dan membaca sedikit dari buku panduan memainkan  gitar. Darisanalah saya mulai mencintai musik. Ketika saya masuk SMK, saya mulai mahir memainka  gitar hingga akhirnya saya memutuskan untuk membentuk suatu grup Band. Selama ngeband saya sering mengikuti lomba-lomba dan festifal band antar pelajar. Tapi band tidaklah bertahan lama, hanya bertahan satu tahun dan bubar. Setelah bubar saya tidak menghentikan kegiatan hoby tersebut, saya masih suka menginguti lomba-lomba acoustik di sekolah kalau misalnya diadakan pensi atau acara perpisahan kelas 12. Bermain acoustik saya tidaklah hanya bermain  gitar, tetapi juga sambil bernyanyi, saya biasanya mengcover lagu-lagu yang sedang populer. Biasanya saya mengambil inspirasi dari vidio-vidio di youtube, yang sebelum dinyanyikan di atas panggung biasanya saya dan di bantu oleh salasatu sahabat mengaransement dahulu lagu tersebut. Karna semakin tertarik dengan hoby bermusik, saya juga dibantu sahabat saya sampai menciptakan beberapa lagu. Tidak hanya gitar, saya juga mempelajari alat musik modern lainnya, baru-baru ini saya mempelajari alat musik Keyboard piano.
Selama saya di SMK, saya selalu berusaha jujur dalam kegitan belajar dan mendapatkan nilai, saya selalu duduk di bangku paling depan selama bersekolah di SMK, meskipun saya tidak pernah mendapatkan rengking satu, saya selalu bersyukur, karena nilai yang saya dapatkan bukanlah hasil nyontek. Mencontek adalah perbuatan sangat tidak terpuji menurut saya, karna itu sama saja membohongi diri sendiri. Meskipun tidak dapat di pungkiri mungkin secara tidak sadar saya juga mungkin pernah mencotek.
Ketika kelas 11 di SMK saya menjalani PKL (praktek kerja linkungan) di Universitas Widyatama yang berada di daerah Cikutra Bandung selama tiga bulan, berdasarkan tuntutan tugas dari sekolah.
Lalu ketika masuk kembali ke sekolah, apalagi ketika menginjak smester akhir di SMK, saya lebih meningkatkan produktifitas belajar, saya sampai selalu pulang sore, ataupun sampai menginap di sekolah. Itu saya lakukan demi bisa masuk ke perguruan tinggi agar saya bisa mewujudkan cita-cita saya. Saya bercita-cita mambahagiakan orang tua saya. Saya akan lakukan apa saja untuk dapat membuat mereka bangga. Saya ingin sekali kuliah di perguruan tinggi negeri dan lulus sebagai wisuda, lalu bisa melanjutkan pendidikan master di luar negri, bahkan jika ada kesempatan lanjut sampai S3. Saya juga bercita-cita ingin menjadi Enterprener sukses, seperti Bong Candra, yang menginspirasi saya lewat bukunya yang ia tulis.
Tapi sekarang yang terpenting adalah bagaimana saya bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Semoga saya bisa mendapatka  beasiswa dan dapat mewujudkan cita-cita saya. Ammmiinnn ya Rabbalalaaaaminnn. Mudah-mudahan semua usaha saya, semua kerjakeras saya, semua pengalaman saya diberi ridho leh Allah SWT beserta kedua orang tua saya, yang telah menjaga saya dari kecil hingga sedewasa ini, aaammmiiinnn yaRab. Sekian dan terima kasih